Rabu, 12 November 2014

Tugas Bahasa Indonesia
Nama : Rinto adi prasetyo
Npm  :  26212419
Kelas  : 3EB18

(Pertemuan ke-2)

1.        Apa perbedaan antara penalaran induktif dan deduktif?
Jawab:
Yang Membedakannya adalah:
Penalaran Induktif:
-    Proses penalaran yang bertolak dari peristiwa – peristiwa yang sifatnya khusus menuju  pernyataan umum.
-          Letak kalimat utama di akhir paragraf
-          Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
-          Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan

Penalaran Deduktif:
-    Proses penalaran yang bertolak dari peristiwa – peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus.
-          Letak kalimat utama di awal paragraf
-          Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
-          Diakhiri dengan penjelasan

2.        Apa syaratnya supaya kesimpulan dalam deduktif dapat dipercaya?
Jawab:
-          Premis harus benar
-          Penalaran yang menuju kesimpulan harus benar.

SILOGISME
Penalaran deduksi yang biasa digunakan ialah silogisme. Silogisme disebut juga penalaran deduksi secara tidak langsung. Dalam silogisme kita dapati dua premis dan satu premis kesimpulan. Kedua premis itu adalah premis umum/premis mayor dan premis khusus/premis minor. Dari kedua premis tersebut kesimpulan dirumuskan.
Premis umum (=PU) : menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (=semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B).
Premis khusus (=PK) : menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (=C) adalah anggota golongan tertentu itu (=A).
Kesimpulan (=K) : menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)
Jika ketentuan-ketentuan di atas kita rumuskan, rumus itu akan berbunyi sebagai berikut:
PU : semua A = B
PK : C = A
K : C = B
Contoh 1:
PU : Semua jenis parasit merugikan inangnya.
PK : Benalu tergolong parasit.
K : Benalu tentu merugikan inangnya.
Contoh 2:
PU : Binatang menyusui melahirkan anak dan tidak bertelur.
PK : Ikan paus binatang menyusui.
K : Ikan paus melahirkan anak dan tidak bertelur.

Silogisme Negatif
Silogisme negatif adalah silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. Silogisme jenis ini biasanya di salah satu premisnya ditandai dengan kata-kata ingkar, yaitu tidak atau bukan.
Contoh
PU : Semua penderita diabetes tidak boleh banyak makan tepung-tepungan.
PK : Paman penderita doabetes.
K : Paman tidak boleh banyak makan tepung-tepungan.
Silogisme Standar
Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.
Proposisi 1 dan 2 adalah premis
Proposisi 3 adalah konklusi
Contoh:
“Semua pahlawan adalah orang berjasa
Kartini adalah pahlawan
Jadi: Kartini adalah orang berjasa”.
Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi dua
Jumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini.
Masing-masing term digunakan dua kali.
Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)
Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)
Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi.
Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi).
Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama.
Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua.
Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjadi term subyek dalam kesimpulan
Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M).
Karena M = P; sedang S = M; maka S = P
Premis mayor M = P M = term antara
Premis minor S = M P = term mayor
Kesimpulan S = P S = term minor

 Entimen
      Rumus entimen C = B karena C = A
     
      Contoh:
      Dua contoh silogisme di atas dapat dijadikan entimen sebagai berikut:
  • Paman tidak boleh banyak makan tepung-tepungan karena Paman penderita diabetes.
  • Benalu merugikan inangnya karena benalu tergolong Parasit

3.        Kesimpulan apa saja yang dapat ditarik dari setiap premis di bawah ini :
a.       Motor dua tak menggunakan bensin campur
      Jawab:
      -   Sebagian yang menggunakan bensin campur adalah motor dua tak
      -    Tidak satu pun motor dua tak adalah menggunakan bensin tidak campur
b.      Murid yang baik selalu rajin belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya tepat pada waktunya
     Jawab:
     -     Sebagian yang selalu rajin belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya tepat pada waktunya adalah murid yang baik
     -    Tidak satu pun murid yang baik adalah yang tidak selalu rajin belajar dan tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya

4.        Dapat dipercayakah kesimpulan di bawah ini. Jelaskan alasan-alasannya!
a.       Semua profesor pandai
Ayahmu pandai
Pastilah ayahmu profesor
Jawab:
Rumus:
PU: Semua A = B à (profesor = pandai) BENAR
PK: Semua C = A à C = B (ayahmu = pandai) SALAH
K: Semua C = B à C = A (ayahmu = profesor) SALAH

Jadi, kesimpulan tersebut tidak dapat dipercaya karena premis khusus dan kesimpulannya salah. Seharusnya kesimpulan yang dapat dipercaya dan benar adalah sebagai berikut:
PU: Semua profesor pandai
PK: Ayahmu seorang profesor
K: Pastilah ayahmu pandai

b.      Semua ibukota ada gedung pencakar langit
Di semua kota industri ada gedung pencakar langit
Jadi, ibukota adalah kota industri
Jawab:
Rumus:
PU: Semua A = B à (ibukota = gedung pencakar langit) BENAR
PK: Semua C = A à C = B (kota industri = gedung pencakar langit) SALAH
K: Semua C = B à A = C (ibukota = kota industri) SALAH

Jadi, kesimpulan tersebut tidak dapat dipercaya karena premis khusus dan kesimpulannya salah. Seharusnya kesimpulan yang dapat dipercaya dan benar adalah sebagai berikut:
PU: Semua ibukota ada gedung pencakar langit
PK: Semua kota industri adalah ibukota
K: Jadi, di semua kota industri ada gedung pencakar langit

c.       Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul
Hasil sawah bertambah jika pengairan diatur dengan baik
Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul dan pengairan diatur dengan baik
Jawab:
Rumus:
PU: Semua A = B à (hasil sawah bertambah = menanam padi unggul) BENAR
PK: Semua C = A à A = C (hasil sawah bertambah = pengairan diatur dengan baik) SALAH
K: Semua C = B à A = B dan C (hasil sawah bertambah = menanam padi unggul dan pengairan diatur dengan baik) SALAH

Jadi, kesimpulan tersebut tidak dapat dipercaya karena premis khusus dan kesimpulannya salah. Seharusnya kesimpulan yang dapat dipercaya dan benar adalah sebagai berikut:
PU: Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul
PK: Pengairan diatur dengan baik akan membuat hasil sawah bertambah
K: Jadi, pengairan diatur dengan baik jika petani menanam padi unggul

Diposkan Oleh Rinto Adi Prasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar