Jumat, 10 Oktober 2014

PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera pengamatan empirik yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi -proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran,proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
Penalaran  Induktif
            Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. 

Ciri-ciri Paragraf Induktif
              Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
1.       Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
2.      Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
3.        Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
4.       Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
5.       Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
6.      Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

Contoh penalaran induktif :
Setiap orang tua tentu berharap anaknya kelak menjadi orang sukses. Indikator kesuksesan biasanya dilihat dari pekerjaan. Itulah mengapa banyak orang tua yang berbondong-bondong mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit dengan harapan agar nantinya sang anak dapat bersaing di dunia kerja yang semakin keras. Pendidikan yang tepat bagi anak sebenarnya tidak harus selalu dengan mengirimkan mereka ke sekolah faforit, melainkan dengan cara mengarahkan sang anak sesuai minat dan bakat mereka. Oleh karena itu, orang tua sebenarnya memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan pekerjaan apa yang sesuai dengan sang anak.
Keterangan: Paragraf utama terletak di akhir paragraf.

Penalaran Deduktif

         Deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Ciri-ciri paragraf deduktif
 Penalaran deduktif adalah proses  penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Apabila di identifikasi secara terperinci, paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Letak kalimat utama di awal paragraf
2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
3) Diakhiri dengan penjelasan

Contoh Penalaran Deduktif :

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.
Artikel Mengenai Akibat buruk pengangguran dan Masalah Pengangguran

Paragraf induktif

Akibat buruk pengangguran

Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapatannya. Pendapatan masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Pengangguran mengurangi pendapatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai.
            Ditinjau dari sudut individu, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya.
            Apabila keadaan pengangguran di suatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang. Nyatalah bahwa pengangguran adalah masalah yang sangat buruk efeknya kepada perekonomian dan masyarakat, dan oleh sebab itu secara terus menerus usaha-usaha harus dilakukan untuk mengatasinya.

Paragraf deduktif

Masalah pengangguran

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara efektif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur. Sebagai contoh, ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai penganggur. Seorang anak keluarga kaya yang tidakmau bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong sebagai penganggur. Ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dinamakan penganggur sukarela.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Para pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud untuk mencari keuntungan. Keuntungan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah penggunaan tenaga kerja. Dengan demikian terdapat perhubungan yang erat di antara tingkat pendapatan nasional yang dicapai dengan penggunaan tenaga kerja yang dilakukan; semakin tinggi pendapatan nasional, semakin banyak penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian.
Ditinjau dari sudut individu, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya.
            Apabila keadaan pengangguran di suatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.

Sumber :
Berita Harian Kompas

ANALISIS :
Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran dalam prosesnya ada 2 macam yaitu penalaran Induktif dan penalaran Deduktif.
-         Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi.
-        Penalaran Deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik.
Dari Artikel di atas bahwa paragraf Induktif yaitu paragraf utama nya terletak di akhir paragraf bisa di lihat di akhir, Kemudian menarik Kesimpulan-kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa tersebut Contoh nya yaitu Nyatalah bahwa pengangguran adalah masalah yang sangat buruk efeknya kepada perekonomian dan masyarakat, dan oleh sebab itu secara terus menerus usaha-usaha harus dilakukan untuk mengatasinya.
Dan untuk Paragraf Deduktif yaitu Letak kalimat Utamanya di awal paragraf,di awali dengan pernyataan umum di susul dengan uraian dan di akhiri dengan penjelasan,Contohnya : Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Sumber:
http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/#ixzz1pRmbONbr
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/penalaran-induksi-deduksi/
Artikel paragraf deduktif dan paragraf induktif (Revisi)

Berita  Harian Kompas

Jumat, 03 Oktober 2014

Beberapa Hal Penting yang perlu di Audit

1.)    Laporan Keuangan      :  Neraca,Laba Rugi , Laporan perubahan Modal, Arus Kas
 :  PABU  ( Prinsip Akuntansi Nerterima Umum / PSAK  )
2.)    Catatan Pembukuan    : Buku Besar , Buku Pembantu
3.)    Bukti Pendukung        : Penerimaan Kas + Pengeluaran Kas, Faktor Penjualan                                                                             Jurnal Voucher Lain-lain.

KAP  ( Kantor Akuntan Publik )
Ø  E & Y
Ø  Delloit
Ø  PWC

Ø  KMPG




IAPI                :  Ikatan Akuntan Publik Indonesia
DSPAP           :  Dewan Standar Profesi Akuntan Public
GAAS             :  General Accepted Auditing Standart
ISA                 :  International Standart Auditing

Etika Profesi / Jabatan

·         Pentingnya Etika Profesional Bagi organisasi profesional
·         Kode Etik Akuntan Public
·         Akuntan Public + Auditor Independen
·         Rerangka Kode Etik akuntan Indonesia





Tugas Akuntan Publik

·         Memberikan Jasa Akuntan dan Perbankan    
·         Jasa Perpajakan
·         Jasa konsultasi manajemen   
                                                                                    
Prinsip Etika Akuntan Public   
    
1.)    Objektivitas
2.)    Integritas
3.)    Kompetensi Profesional + Kecermatan
4.)    Rahasia
5.)    Profesional

Asersi  Pernyataan Manajemen yang terkandung dalam Laporan Keuangan                                 Sifatnya : Eksplisit , Implisit .

 Contoh Asersi : Kas Pada perusahaan xyz pada 30 Desember 2021 adalah sebesar                                       23.456.945     
                                                                                                                                                                                 Asersi Manajemen di Bedakan

·         Keberadaan / Keterjadian ( Existence or Accurance )
·         Kelengkapan ( Completensess )
·         Hak dan kewajiban ( Righ & Obligation )
·         Penilaian ( Valuation ) atau Alokasi
·         Pengujian & Pengungkapan  ( Presentation & disclosure )